Bocah Kecil di Tengah Konflik
Bocah Kecil di Tengah Konflik Apakabar sayangku? Lama kau buatku terbelenggu dalam pekat ayumu Lama kuikuti setiap perdebatanmu sejauh bisa kutangkap Mengadopsi setiap tutur kata gayamu bercakap Memperbudakku dalam romansa cinta penuh semiotika Yang ternyata hanya pandaimu saja beretorika Berkaca pada fasad transparan namun nyatanya gelap Memercik elegi air namun kosong getaran Begitukah cara candu menggerogoti inangnya? Begitukah indah cinta membuat insan kerap mengenangnya? Manisnya rasa mengutuk hati menjadi fakir Dan asmara ini memang tidak sehat kupikir Jika ditelisik Penuh rasa sakit fisik Meringankan sedetik namun sadis membunuh tanpa dikritik Tanpa ampun Menjelma bak sejumput narasi beracun Menjejal pangkal tenggorokan dengan rakus Nadiku untungnya hanya tergores sedikit tak sampai putus Tapi caramu menahanku sungguh menyiksa Mengibas tiap luka yang keranjingan tersiram cuka Rambut malaikatmu kejam mengikatku Menekan ujung lidahku yang terus saja kelu ...