MAGENTA: Son of The Sun
MAGENTA: Son of The Sun Kala itu mentari cukup terang namun tetap meneduhkan. Awan putih di awal hari masih memudar sehingga birunya langit menampakkan saturasi nan kuat. Pagi yang mulai menghangat seiring jatuhnya embun sisa-sisa hujan semalam. Dedaunan berwarna hijau neon megar kembali, atap bagi laba-laba yang membangun sarangnya di sela-sela batang yang rendah tanpa cabang. Hmmm... 7 tahun berlalu, Aku lupa saat itu sedang musim apa, karena alam sulit sekali ditebak seperti hati manusia. Terkadang hujan jatuh di saat kemarau, seperti halnya hati jatuh pada siapa yang tak pernah disangka-sangka dan di waktu yang tidak terduga pula. Ckckck. Hari itu tidak terlalu panas tapi sangat cerah, matahari sedang indah-indahnya. Entah itu hari Rabu atau Kamis, aku benar-benar tidak dapat mengingatnya, tapi yang jelas itu bukan Senin atau Selasa apalagi Jumat. Jelas kutahu karena kita sedang tidak memakai putih biru atau pramuka, melainkan motif kotak-kotak krem dengan gradasi tiga...