Jam Ke-25
Jam Ke-25
By: Dewi Yuliani Islamiyah
Hai, Dunia.. Bagaimana kabarmu hari ini?
Lama tak bersua, lama kita tak sanding berdua kukira
Aku seolah lari dari fakta bahwa kita tengah saling bermusuhan
Melakoni peran sebagai si bijak dan si durjana
Berpura-pura..
Bermain drama klasik bak aktor laga
Bukan..
Maksudku bukan kita!
Tapi hanya aku, aku yang terus saja mengumpatmu dalam sanubariku
Aku yang terus saja bergidik geli melihat caramu memperlakukanku
Tempo hari kau menghujaniku dengan jutaan luka dan derita
Sadis memang..
Hai, Dunia.. Bagaimana kabarmu hari ini?
Rasanya jiwaku sedikit tertahan pada desahan jam pasir tua
Suara gemericiknya menikamku bagai racikan racun
Menjejal kerongkonganku dengan trik-trik gila
Memaksaku mencerna sebuah fenomena baru yang lebih mirip anomali
Mustahil nalarku akan sampai sekalipun secanggih mesin terminator
Sesuatu ini telah hadir sebagai representatif nyata dari kesempatan kedua
Sedikit menyakitkan seperti duri, namun melegakan seperti air
Pikirku diawal..
Mulia memang..
Hai, Dunia.. Bagaimana kabarmu hari ini?
Kau tahu aku hampir putus asa
Tentu Kau tahu karena Kau Maha Tahu
Dan aku maha tidak tahu, maha sok tahu
Hai, Dunia.. Bagaimana kabarmu hari ini?
Bila aku tak salah..
Hari ini semesta bersama waktu telah saling mengetahui
Manusia memiliki tendensi melihat manusia
Manusia tidak percaya kalimat-kalimat mati
Tidak lagi..
Hai, Dunia.. Bagaimana kabarmu hari ini?
Semakin hari semakin runyam, semakin abu-abu saja
Anak kecil yang nampaknya belum mahir mencerna nasi pun tahu
Tiada tangan yang tidak kotor dengan dosa
Tiada hati yang benar-benar bersih
Tapi, dunia juga berubah menjadi lebih dinamis
Memberi setiap orang jam ke-25nya
Satu jam yang dapat menyelamatkan dan juga membunuh
Hai, Dunia.. Bagaimana kabarmu hari ini?
Raut wajah itu masih saja masam seperti biasanya
Kecut!
By: Dewi Yuliani Islamiyah
Hai, Dunia.. Bagaimana kabarmu hari ini?
Lama tak bersua, lama kita tak sanding berdua kukira
Aku seolah lari dari fakta bahwa kita tengah saling bermusuhan
Melakoni peran sebagai si bijak dan si durjana
Berpura-pura..
Bermain drama klasik bak aktor laga
Bukan..
Maksudku bukan kita!
Tapi hanya aku, aku yang terus saja mengumpatmu dalam sanubariku
Aku yang terus saja bergidik geli melihat caramu memperlakukanku
Tempo hari kau menghujaniku dengan jutaan luka dan derita
Sadis memang..
Hai, Dunia.. Bagaimana kabarmu hari ini?
Rasanya jiwaku sedikit tertahan pada desahan jam pasir tua
Suara gemericiknya menikamku bagai racikan racun
Menjejal kerongkonganku dengan trik-trik gila
Memaksaku mencerna sebuah fenomena baru yang lebih mirip anomali
Mustahil nalarku akan sampai sekalipun secanggih mesin terminator
Sesuatu ini telah hadir sebagai representatif nyata dari kesempatan kedua
Sedikit menyakitkan seperti duri, namun melegakan seperti air
Pikirku diawal..
Mulia memang..
Hai, Dunia.. Bagaimana kabarmu hari ini?
Kau tahu aku hampir putus asa
Tentu Kau tahu karena Kau Maha Tahu
Dan aku maha tidak tahu, maha sok tahu
Hai, Dunia.. Bagaimana kabarmu hari ini?
Bila aku tak salah..
Hari ini semesta bersama waktu telah saling mengetahui
Manusia memiliki tendensi melihat manusia
Manusia tidak percaya kalimat-kalimat mati
Tidak lagi..
Hai, Dunia.. Bagaimana kabarmu hari ini?
Semakin hari semakin runyam, semakin abu-abu saja
Anak kecil yang nampaknya belum mahir mencerna nasi pun tahu
Tiada tangan yang tidak kotor dengan dosa
Tiada hati yang benar-benar bersih
Tapi, dunia juga berubah menjadi lebih dinamis
Memberi setiap orang jam ke-25nya
Satu jam yang dapat menyelamatkan dan juga membunuh
Hai, Dunia.. Bagaimana kabarmu hari ini?
Raut wajah itu masih saja masam seperti biasanya
Kecut!
Komentar
Posting Komentar