RESOLUSI HIDUP MELALUI SENI YANG GILA
Ini nih.. Resolusi hidupku waktu disuruh nulis pas tahun kemarin nih.. Pas masih jadi maba. Jadi gimana? Udah ada yang tercapai belum? Ya sebagian udah. ALHAMDULILLAH. Nah , ini tulisan tuh ya ceritanya kalo udah selesai ditulis itu terus dikirim lewat e-mail dalam rangka mensupport acara PKKMB 2017. Ya, kurang lebih begitu. Yuhuu. HIDUP MAHASISWA!
RESOLUSI HIDUP MELALUI SENI YANG GILA
Seni adalah sesuatu yang unik, sebuah manifestasi jiwa, hal yang bermakna sangat dalam dan menurutku sangat gila. Sebagian orang menyukainya dan sebagian lagi membencinya. Seni adalah kebutuhan, sebuah resolusi hidup yang membuat kehidupan manusia menjadi lebih indah dan penuh warna.
Dan sekarang, aku adalah seorang mahasiswa baru di UNS yang sedang menunggu acara PKKMB yang pelaksanaannya tinggal beberapa hari lagi. Aku diterima di Program Studi Pendidikan Seni Rupa. Kenapa aku memilih program studi tersebut? Karena bagiku, “Pendidikan” sangat penting bagi kemajuan dan kualitas bangsa, dan aku ingin menjadi salah satu dari bagiannya. Kemudian “Seni Rupa”, itu karena aku sangat gemar menggambar.
Di tahun pertama masa perkuliahan, aku akan berekspresi dan mencoba berbagai macam aliran dalam seni rupa. Sebagian orang mengira jika aku adalah penyuka Realis, tetapi yang sebenarnya aku adalah penyuka Psychedelic, menurutku itu sangat keren, gila, merangsang imajinasi, warna-warni, abstrak dan bertabrakan. Aku akan belajar tentang Psychedelic. Aku juga harus mempelajari hal-hal baru, berlatih dan menjadi sekreatif mungkin. Aku harus belajar tentang segala hal. Mempelajari apapun yang dapat dipelajari.
Di tahun kedua aku akan lebih berfokus untuk mendalami dan mengasah segala hal yang telah kupelajari di tahun pertama masa perkuliahan. Aku juga harus sudah mahir dalam menggunakan berbagai alat dan teknik dalam berkarya seni karena itu akan menjadi bekalku.
Di tahun ketiga dan keempat, aku mulai berpikir bagaimana caranya agar ilmu-ilmu yang telah kupelajari selama ini dapat berguna bagi orang lain. Memikirkan cara agar aku bisa menjadi Pengajar Seni yang mampu dan turut memajukan pendidikan di bumi pertiwi ketika aku sudah lulus kelak. Satu yang pasti adalah aku akan memberikan sebuah pesan kepada calon anak-anak didikku nanti, “Bahwa dalam berkarya seni, kita harus tulus dan mengutamakan seni itu sendiri, bukan malah memikirkan apakah kita akan terkenal atau tidak? apakah karya kita akan disukai oleh banyak orang atau tidak? Apakah kita akan mendapatkan nilai yang bagus atau tidak? Sungguh, semua itu tidaklah penting. Seni tidaklah sesederhana dan semurah itu. Seni itu rumit, detail, mahal dan hanya mampu dipahami oleh orang-orang tertentu. Jadi, kita tidak bisa memaksakan orang lain untuk menyukai karya-karya kita.
Berkaryalah dengan hati dan carilah sosok inspirator yang tepat. Jangan mengikuti trend dan jadilah dirimu sendiri. Dengan begitu, kita akan menjadi orang yang berkualitas dan mampu memajukan bumi pertiwi tempat dimana kita menginjakkan kaki, belajar dan hidup.”
Komentar
Posting Komentar