My Worthy Story ( Scary Things of My Future)



Hai semuanya.. Selamat sore. Terhitung sejak 2 tahun yang lalu ya terakhir kali aku perbarui blog aku. Wkwk. Sekarang udah tahun 2018 lho guys.  Widihh. Gak kerasa ya .. Hampir aja aku lupa kalo dulu aku pernah punya blog hehehe. Nah. Dulu tuh aku hiatus ya karena kesibukan aku. Wkwk.  Mungkin lebih tepatnya sok sibuk kali ya.. Apapun itu lah ya😂😂. Hari ini aku mau nepatin janjiku 2 tahun yang lalu, yaitu ngeshare tulisanku yg tentang worthy story itu loh. . Gak lupa kan? Hahahaha maaf ya guys. . Udah 2 tahun baru aku share... Hehehe maklumlah namanya juga pengacara alias pengangguran banyak acara. Btw, Gak usah panjang lebar deh yaa.. Langsung aja nih baca tulisanku yang mungkin udah rada basi tapi insyaAllah masih cukup nikmat untuk diresapi. SELAMAT MEMBACA DAN MENGAPRESIASI!

Hal-Hal paling menakutkan yang harus kamu hadapi di masa depan?

1. Kehilangan Orangtua
Hal pertama yang saya takutkan di masa depan adalah kehilangan kedua orangtua saya, seperti yang kalian tahu bahwa masa depan menyita waktu yang sangat panjang dan saya tidak tahu akan setua dan serenta apakah mereka saat itu, saya hanya berharap mereka masih ada untuk melihat saya di masa depan. Tapi, Tuhan berkehendak lain saya telah kehilangan ayah saya sejak tahun 2003 ketika usia saya 4 tahun dan sekarang saya sudah berusia 16 tahun, 12 tahun lamanya ibu saya membesarkan saya seorang diri. Ibu saya bilang, ayah saya menderita sakit keras lebih tepatnya sakit komplikasi seperti masalah ginjal, hati, paru-paru dan lain-lain yang tidak saya mengerti. Sakit itu sudah ada bahkan sejak sebelum menikah dengan ibu saya. Jujur saja, saya belum ingat betul bagaimana rupa ayah saya, tapi apapun itu ibu saya selalu bilang walaupun ayah saya sakit-sakitan dan tidak punya banyak penghasilan, tapi ada satu hal yang sangat membuat ibuku jatuh cinta yaitu kejujurannya. “Ayahmu adalah orang yang sangat jujur.”, begitu kata ibu saya.
Sedikit sharing, saya adalah seorang anak tunggal dan saya tidak tahu apakah karena hal itu saya selalu dimanja oleh ibu saya sampai sekarang, dan ketika orang-orang mulai berkata kepada ibu saya untuk tidak memanjakan saya, Ibu saya bilang dia melakukan semua itu karena memang saya berhak menerimanya. Keadaan ayah saya yang sakit-sakitan, telah berdampak pada kurangnya kasih sayang yang tercurah untuk saya. Ibu saya yang dalam keadaan hamil besar sampai saya lahir dan berusia kurang dari satu tahun harus mondar-mandir ke rumah sakit untuk merawat ayah saya yang sakit, hingga akhirnya ayah saya rawat jalan dirumah karena ketiadaan biaya dan dokter menyerah, dengan kata lain ayah saya tidak bisa disembuhkan, dan hanya mukjizat Tuhan-lah yang dapat menyembuhkannya. Di rumah, ibu saya harus merawat dua orang yang tidak berdaya, yaitu ayah saya yang sakit dan saya yang masih bayi merah.
Hal itu terus berlanjut sampai ayah saya meninggal dunia. Sejak saat itu, Ibu saya berjanji untuk mencurahkan segala kasih sayangnya pada saya karena dia ingin mengganti tahun-tahun berharga yang telah hilang dari hidup saya, segala penderitaan yang turut saya alami sejak saya masih berada dalam kandungan, ketika saya lahir, dan sedikitnya waktu untuk merasakan kasih sayang dari ayah saya. Ibu saya berusaha sebaik mungkin untuk membayar semua itu, dia sangat menyayangi saya dan sampai sekarang tidak menikah lagi. Ketika saya tanya, Kenapa? Dia hanya menjawab karena tidak ingin menyakiti hati saya. Saya juga tidak tahu apa maksud dari perkataannya, tapi mungkin saat ini saya memang tidak menginginkan ayah baru, saya menyukai ayah saya yang lama dan saya sudah merasa sangat bahagia walaupun hanya hidup berdua dengan ibu saya.
Saya ingin ketika saya sukses, ibu saya masih ada untuk melihat saya dan ikut merasakan bahagia, tidak peduli apapun yang pernah saya ucapkan padanya, saya sangat menyayanginya lebih dari siapapun. Kehilangan ayah saya adalah hal yang sangat menakutkan dan saya tidak dapat membayangkan betapa mengerikannya ketika saya harus kehilangan ibu saya. I LOVE YOU, MOM.. I LOVE YOU, DAD......

2. Rasa Sombong
Kesuksesan hidup adalah hal yang sangat diidam-idamkan oleh setiap orang, hal itu bisa didapatkan dengan cara workhard (bekerja keras), knowledge (pengetahuan) dan skill (kemampuan). Ketika suatu hari saya menjadi orang sukses, wow..... itu kedengarannya menyenangkan ketika kita bisa mendapatkankan segala sesuatunya dengan mudah dan cepat, tapi yang saya takutkan adalah menjadi orang sombong ketika sudah sukses dan lupa darimana asalnya, atau peribahasanya “Kacang lupa kulitnya”, ya.. mungkin gak semua orang seperti itu. Tapi bagi saya, hal itu merupakan ketakutan terbesar dalam hidup.. Oleh karena itu, dari sekarang saya selalu membiasakan diri untuk berpikir seperti ini “sekali saja kamu sombong, maka semua yang kamu miliki akan menghilang.”  Tidak peduli sesukses apapun dirimu, semua itu tidak ada gunanya jika di hatimu ada rasa sombong.. Ya, memang begitulah.. hal-hal yang harus ditakuti dan diwaspadai bukanlah musuh atau orang lain tapi justru diri kita sendiri. Bagaimana kita bisa mengendalikan nafsu agar tidak berbuat kesombongan dan memahami diri sendiri, saya rasa itu sudah lebih dari cukup.

3.Bayang-Bayang Masa Lalu yang Kelam
Yang ketiga sekaligus yang terakhir dari hal-hal yang saya takuti di masa depan adalah bayang-bayang dari masa lalu. Saya percaya setiap orang pasti pernah mengalami kejadian buruk atau hal-hal yang kurang menyenangkan di masa lalu, bahkan bagi sebagian orang ada yang masih terus merasakan hal buruk itu sepanjang hidupnya dan saya tahu itu adalah hal yang sangat buruk dan fatal, mungkin terdengar sangat sederhana tapi tanpa kita sadari justru hal itulah yang akan menghambat kita untuk maju dan terjatuh semakin dalam.
Saya pribadi juga punya pengalaman yang kurang menyenangkan dengan seseorang dan jujur saja terkadang saya masih belum bisa melupakannya. Saya dikenal oleh teman-teman saya sebagai pribadi yang ramah, humoris, periang dan jarang marah.. tapi entah mengapa sejak kejadian itu, tepatnya 2 tahun yang lalu, saya mengalami kejadian yang kurang atau lebih tepatnya sangat tidak menyenangkan dalam hidup saya. Saya tidak bisa bercerita panjang lebar, tapi intinya yang saya rasakan adalah kepercayaan yang telah saya berikan kepada orang yang sangat saya percaya dihancurkan begitu saja oleh orang itu tanpa rasa bersalah. Percaya atau tidak, ini adalah kali pertama bagi saya merasa benar-benar marah dan benci kepada seseorang. Sebelumnya saya tidak pernah bisa marah kepada siapapun mereka yang berbuat buruk pada saya, saya mengutip salah satu ucapan dari teman saya “Dia(saya) itu gak bakal bisa marah, lihat saja aku.. aku sudah menjadi temannya sejak dia SMP sampai sekarang dan belum pernah melihat dia marah”. Ya, saya hanya tertawa ketika teman saya mengucapkan hal itu kepada teman saya yang lain. Mungkin sometimes, mereka pernah melakukan kesalahan atau menyinggung perasaan saya, tapi entah mengapa saya selalu berhasil untuk tidak marah.. dan ya, keadaan kembali normal, saya dan teman saya kembali bersama dan bersenang-senang seolah-olah tidak pernah terjadi apa-apa.
Tapi untuk kasus yang satu itu, sampai sekarang saya masih belum bisa percaya dan menerimanya begitu saja. Rasanya seperti kehilangan kontrol dan ingin marah-marah sendiri ketika mengingat hal itu. Sebenarnya hal yang membuat saya membencinya adalah rasa tidak bersalahnya, dia tanpa malu bersenang-senang dengan teman-temannya di depan saya ketika saya sedang hancur dan bersusah payah untuk bangkit dari keterpurukan dan menata hidup saya kembali. Dia tidak pernah merasa bersalah ataupun meminta maaf atas kesalahan besarnya itu dan malah terus-menerus mengganggu saya. Ketika ada satu atau beberapa hal yang mengingatkan saya tentang kejadian buruk itu, rasanya saya seperti orang gila. Sampai sekarang saya belum berani melihat wajahnya. Karena ketika saya melihat wajahnya, yang saya lihat bukan manusia tapi monster yang menakutkan, yang saya rasa hanya rasa trauma berat ketika saya harus melihat wajahnya.
Tapi, lama-kelamaan saya mulai berpikir untuk menerima semua ini karena saya tidak ingin terus-menerus tersiksa dengan hal ini. Berat memang rasanya, tapi bila saya tidak mengakhiri semua ini secepatnya maka saya sendiri yang akan hancur. Orang yang jahat di luar sana mungkin tidak pernah peduli dengan masa-masa sulit yang telah kita lalui untuk kembali bangkit atas kesalahan yang mereka lakukan, tapi lebih dari itu saya mendapatkan hikmah yang sangat besar, saya bertambah dekat dengan Allah dan menambah pengalaman hidup yang ternyata menjadi pelajaran yang sangat berharga bagi saya, seperti ketika kita mendapatkan suatu masalah atau kesulitan, kita bisa menyelesaikannya secara cepat karena sebelumnya kita sudah pernah mendapatkan masalah yang jauh lebih berat dari itu. Saya hanya berharap agar saya bisa berdamai dengan masa lalu saya sehingga saya bisa meniti masa depan yang lebih cerah. Saya.. dan Kalian semua para pembaca... seburuk apapun hal yang pernah terjadi dalam hidup kalian, jadikanlah hal itu sebagai pelajaran hidup yang bermakna. Mari kita sama-sama belajar. Semoga masa lalu yang kelam tidak menghambat kita untuk maju, tetapi justru dapat memotivasi kita agar menjadi pribadi yang lebih baik. Amin.

Sekian tentang tulisan saya, uraian-uraian yang saya paparkan di atas tentang hal-hal paling menakutkan yang harus saya hadapi di masa depan, saya lebih condong untuk melihatnya melalui kacamata internal atau diri sendiri dan bukan tentang lingkungan luar, tapi juga bukan berarti lingkungan luar tidak penting. Saya hanya ingin menyampaikan bahwa penting untuk mengatasi hal-hal menakutkan yang ada pada dirimu sendiri, baru kemudian kamu akan siap untuk melangkah ke luar dan menghadapi lingkungan yang lebih besar dan luas. Semuanya dimulai dari diri sendiri. Terimakasih.

________oOo________

Komentar

Postingan populer dari blog ini

MAGENTA: Sandi

SERENGETI DAN RAGDOLL

Baca Sekali Gak Bakal Paham Deh..