TENTANG PERNIKAHAN

 Tentang Pernikahan


Menikah..

Apa alasan orang menikah?

Karena saling mencintai.

2 Sejoli yang memadu kasih dalam ikatan pernikahan.

Ibuku pernah bilang agar menikah dengan pasangan yang baik hati. Klise.


Menikah dengan orang yang tidak hanya mencintai kita namun juga keluarga kita. Oke, aku setuju.


Kata orang menikah itu butuh banyak pertimbangan, maksudku dalam mencari pasangan. Bibit Bebet Bobot.. 

Bagaimana dengan Babat dan Bubut? dua huruf vokal yang terlupa. Kasihan. Ah, tapi terserah.


Mencari pasangan? Ah, entahlah. 

Bagaimana dengan harta, usia, dan status? 

Perlukah aku memikirkan hal ini?

Ibuku bilang tidak ada masalah.


Ibu, bagaimana bila aku menikah dengan seseorang yang mempunyai pekerjaan biasa-biasa saja?

Ibu, bagaimana bila aku menikah dengan seseorang yang usianya jauh di atas atau di bawahku?

Ibu, bagaimana bila aku menikah dengan seorang duda bukannya perjaka? 


"Yang penting dia menerima dan menyayangimu serta keluargamu.. tidak memukulmu walaupun hanya sekali, "Laki-laki sekali saja dia memukul maka dia akan memukulmu kembali"


"Ibu pernah dipukul?"

"Tidak pernah sama sekali."


Ibuku tidak berbohong,

Tidak seperti orang-orang yang dengan mudahnya mengatakan cinta itu tanpa memandang status atau usia.


Seorang perjaka yang berkata demikian, kemudian menolak ketika mengetahui status calon pasangannya adalah seorang janda.


Seorang perjaka yang berkata demikian kemudian menolak calon pasangan yang berusia lebih tua darinya.


Oh. Dasar Pembual.


Tapi ibuku bukan pembual. Apa yang diucapkannya bukan sekadar kata-kata kosong dari pejuang cinta abal-abal. 


Ibuku, seorang perawan yang menikahi seorang duda yang usianya lebih tua satu dekade darinya dan tidak kaya, biasa-biasa saja.


Ini.... bukan kisah tentang seorang gadis yang menikahi tuan tanah berusia lebih dari setengah abad hanya untuk meraup harta. Bukan. Bukan seperti itu.

Ah, setidaknya ibuku membuktikan ucapannya secara nyata tentang definisi cinta menurutnya.



Dan Ibu,

Bagaimana bila aku menikah dengan seseorang di luar sana.. seseorang yang tidak berada di negara ini.


"Itu tidak masalah, tapi Ibu akan sangat merindukanmu jika harus berpisah jarak yang jauh."


"Ibu, bila itu terjadi aku akan membawamu. Hehehe. Kau tenang saja."


Tentang pernikahan...

Menatap masa depan yang cerah ke depan..

Aku punya pemikiran lain tentang pernikahan.

Aku tidak ingin itu rumit dan berbelit-belit.


Harapan yang indah tentang masa depan.

Menikah dengan orang yang menyayangimu dan keluargamu.. 

Menjalani pekerjaan yang tidak terpaku gaji tetapi kesenangan selama bekerja.

Jalan-jalan mengelilingi dunia..

Mengadopsi seorang anak yang lucu dan manis walaupun nantinya kita sudah memiliki anak kandung.

Sering mengunjungi alam.

Hidup simple.

Tanpa pencitraan.


Ah.. indah sekali bila dibayangkan.


Melukis bersama..

Menyanyi bersama..

Menari bersama..

Memelihara tanaman dan binatang..


Ah.. indah memang.

Tapi sekarang aku belum niat untuk menikah.. tentang hal-hal indah pernikahan, aku mencoba memenuhi kepalaku dengan hal itu agar pikiranku tetap waras.


Bagaimana tentang hal-hal yang tidak indah?


Tentu saja itu juga kupikirkan. 

Kekerasan, kesulitan keuangan, perselingkuhan, pasangan yang mbalelo.. Aku tidak hanya memikirkan tapi juga menyaksikannya sendiri. 

Itu sedikit (sebenarnya banyak) membuatku jenuh dan malas untuk menikah.


Tapi aku mencoba meyakinkan. Kehidupanku adalah kehidupanku.

Kehidupanku bukan kehidupan mereka.

Apa yang terjadi pada mereka belum tentu akan terjadi padaku.


Untuk calon pasanganku di masa depan.

Semoga kamu membaca ini dan terima kasih karena telah membacanya.

Terima kasih karena telah mengerti.

Terima kasih karena telah memahami.


Jika tak kudapatkan dia di dunia.

Maka, Tuhan izinkanlah aku menyimpannya untuk akhiratku.


Tentang pernikahan.. sebuah opini dari orang yang sangat fleksibel untuk menikah atau tidak menikah. 

Masih dalam harapnya, semoga ia baik-baik saja.


Tetap berada dalam dekapan cinta.


29 September 2020

Komentar

  1. Mantap dah suka, keliatan murni apa yg ada di pikiran mbak wiyull, tingkatkan wkwk

    BalasHapus
  2. Sangat menghayati ndan, semangat menulis

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

MAGENTA: Sandi

SERENGETI DAN RAGDOLL

Baca Sekali Gak Bakal Paham Deh..